Rasanya aku tak ingin kembali
pada rasa kemarin sore
tanpa ada rasa ragu
aku berlari dari fikirmu
bukan merasa tak berdaya
ku hanya menjauhi fatamorgana
alasanku tak beribu
hanya satu yang kumau
membencimu, hingga akhir hayatku
Tuesday, January 17, 2012
Monday, January 16, 2012
Berhenti terjatuh lagi
Kemarin aku terjatuh lagi
aku berusaha lari dengan kencangnya tanpa menoleh
aku persiapkan ancang-ancangku dengan matang
tanpa sedikit kiasan goresan mematahkan
dari setiap sudut diriku mengeratkan langkah untuk terus kedepan
sisa luka beberapa waktu sebelumnya sudah mulai tertutup rapi
sekarang saatnya benar dan harapku berani
aku dimana sebuah keyakinan depan mata
lalu terseok karena ada batu, ya batu
sedikit ku melangkah aku tersandung
lupanya aku belum mengencangkan tali pinggangku
yang seharusnya menjagaku dari benturan
aku terjatuh lagi dan lagi
segalanya yang telah kupersiapkan dengan yakin
terjatuh lagi hancur lagi berantakan lagi dan terluka lagi
aku belajar dari matangnya persiapanku
tak akan berhasil tanpa niatku
sekarang aku tau benar batu yang selalu menyelengkatku
aku hafal aku benci dan akan ku jauhi
aku akan berhati hati dan takan pakai hati
takan lagi aku terjatuh, aku tak perlu seserius persiapan laluku
yang terjaga hanya niatku, untuk tak terjatuh dan kembali
aku berusaha lari dengan kencangnya tanpa menoleh
aku persiapkan ancang-ancangku dengan matang
tanpa sedikit kiasan goresan mematahkan
dari setiap sudut diriku mengeratkan langkah untuk terus kedepan
sisa luka beberapa waktu sebelumnya sudah mulai tertutup rapi
sekarang saatnya benar dan harapku berani
aku dimana sebuah keyakinan depan mata
lalu terseok karena ada batu, ya batu
sedikit ku melangkah aku tersandung
lupanya aku belum mengencangkan tali pinggangku
yang seharusnya menjagaku dari benturan
aku terjatuh lagi dan lagi
segalanya yang telah kupersiapkan dengan yakin
terjatuh lagi hancur lagi berantakan lagi dan terluka lagi
aku belajar dari matangnya persiapanku
tak akan berhasil tanpa niatku
sekarang aku tau benar batu yang selalu menyelengkatku
aku hafal aku benci dan akan ku jauhi
aku akan berhati hati dan takan pakai hati
takan lagi aku terjatuh, aku tak perlu seserius persiapan laluku
yang terjaga hanya niatku, untuk tak terjatuh dan kembali
Dariku, yang mencintaimu.
Kau tau aku manja, kau tak biasa biarkan derita mendera, kau tak pernah biarkan aku terluka apalagi tersiksa.
Aku tak pernah melihatmu menurunkan senyum atau membiarkan bibir terkulum.
Kau tak pernah bosan dengar ceritaku, cerita tak penting yang membuatmu tertawa.
Aku tau umurku beranjak dewasa, fikirmu pasti aku masih belia.
Tak pernah kau tunjukkan keluhmu hanya keringat menetes usapmu.
Ku tau aku belum apa-apa aku belum bisa membuatmu menangis bahagia, aku hanya bisa meminta merengek tanpa tau apa yang kau rasa.
Ku tau kau tak pernah lelah menjaga, suka mu selalu kau tunjukan, tapi kemana? kemana kau buang dukamu?
Pernahkah aku melihatmu menangis?
Pernahkah aku melihatmu tak membahagia kan aku?
Mungkin seiring berjalannya waktu hingga aku akan pergi bersama pria yang mencintaiku dan menggantikanmu, kau akan terharu bahagia untuk melepasku.
Banggaku akan ku persembahkan untukmu, Papa.
Dari anak pertama yang selalu mencintaimu tanpa ragu.
Aku tak pernah melihatmu menurunkan senyum atau membiarkan bibir terkulum.
Kau tak pernah bosan dengar ceritaku, cerita tak penting yang membuatmu tertawa.
Aku tau umurku beranjak dewasa, fikirmu pasti aku masih belia.
Tak pernah kau tunjukkan keluhmu hanya keringat menetes usapmu.
Ku tau aku belum apa-apa aku belum bisa membuatmu menangis bahagia, aku hanya bisa meminta merengek tanpa tau apa yang kau rasa.
Ku tau kau tak pernah lelah menjaga, suka mu selalu kau tunjukan, tapi kemana? kemana kau buang dukamu?
Pernahkah aku melihatmu menangis?
Pernahkah aku melihatmu tak membahagia kan aku?
Mungkin seiring berjalannya waktu hingga aku akan pergi bersama pria yang mencintaiku dan menggantikanmu, kau akan terharu bahagia untuk melepasku.
Banggaku akan ku persembahkan untukmu, Papa.
Dari anak pertama yang selalu mencintaimu tanpa ragu.
coretan kecil
Terkadang separuh kasih bisa bertepih
bukan mauku mencaci tapi hari berdistrosi
Tak ada rasa bangga menggebu didada
hanya bertemu sebungkus luka
Jemariku mendayuh lirih
gemercik itu ciutkan nyali
Ya memang itu yang terhampiri
suatu ketika aku terusik
Aku berlari tanpa terbesik
bukan ini bukan impian
Biarkan patah lalu menyeruak
tanpa kau tau serpihan itu rusak
Melolok mata terpana nyata
apa masalahnya nona?
Teriak iba hati terluka
takan lagi aku terlena
Seraya takan terasa
apalah daya ku bukan dia
bukan mauku mencaci tapi hari berdistrosi
Tak ada rasa bangga menggebu didada
hanya bertemu sebungkus luka
Jemariku mendayuh lirih
gemercik itu ciutkan nyali
Ya memang itu yang terhampiri
suatu ketika aku terusik
Aku berlari tanpa terbesik
bukan ini bukan impian
Biarkan patah lalu menyeruak
tanpa kau tau serpihan itu rusak
Melolok mata terpana nyata
apa masalahnya nona?
Teriak iba hati terluka
takan lagi aku terlena
Seraya takan terasa
apalah daya ku bukan dia
Tuesday, November 1, 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)