Kemarin aku terjatuh lagi
aku berusaha lari dengan kencangnya tanpa menoleh
aku persiapkan ancang-ancangku dengan matang
tanpa sedikit kiasan goresan mematahkan
dari setiap sudut diriku mengeratkan langkah untuk terus kedepan
sisa luka beberapa waktu sebelumnya sudah mulai tertutup rapi
sekarang saatnya benar dan harapku berani
aku dimana sebuah keyakinan depan mata
lalu terseok karena ada batu, ya batu
sedikit ku melangkah aku tersandung
lupanya aku belum mengencangkan tali pinggangku
yang seharusnya menjagaku dari benturan
aku terjatuh lagi dan lagi
segalanya yang telah kupersiapkan dengan yakin
terjatuh lagi hancur lagi berantakan lagi dan terluka lagi
aku belajar dari matangnya persiapanku
tak akan berhasil tanpa niatku
sekarang aku tau benar batu yang selalu menyelengkatku
aku hafal aku benci dan akan ku jauhi
aku akan berhati hati dan takan pakai hati
takan lagi aku terjatuh, aku tak perlu seserius persiapan laluku
yang terjaga hanya niatku, untuk tak terjatuh dan kembali