Tuesday, February 21, 2012

Pagi

Pagi itu selimut masih hangat diatas perbaringanku, tersentak kaget tak tahu pukul berapa itu. Badan masih meronta bermain bersama mimpi, pikir sudah melayang membayangkan hari.
Aku terpejam dan memaksa membuka mata, rasanya inginku tetap disini.
Tapi waktu berputar tak bisa kembali, langkah kaki kanan mengawali hari pergiku ke kamar mandi tak lupa ku ambil handukku, handuk kesayanganku berwarna biru.

Setelah itu ku buke lemari baju beraksen kayu agak hitam kelabu tepat di loker kedua, aku mengambil baju kesayanganku yang tentunya warna biru. Bergegas menaiki sepeda motor milik ayahku, sebelum itu tak lupa aku pamit kepada ibuku, agar selamat perjalananku.
Udara masih segar, walaupun tak se-asri di desa, tapi bersyukur jakarta masih dapat sejuk di pagi harinya, banyak orang berlalu lalang, berangkat ke kantor, mengantar anak sekolah, ibu ibu pergi berbelanja dan para supir angkutan umum pastinya yang bangun lebih awal dariku demi menghidupi keluarganya.
 

Aku memakai jaket parasut berwarna hitam putih, ya itu pemberian seorang mantan kekasih. terimakasih atasnya, jaket itu berguna dan menjadi kesayanganku tentunya.
melindungiku dari dinginnya pagi itu atau terkadang ketika aku kepanasan.
Ku lihat lah banyak yang lalu lalang, menjadi pemandangan khas pagi disetiap kota, anak sd menyebrang tanpa di dampingi orang tua, tak takut anak mereka kenapa-kenapa.

Menyadari aku menikmati pagi kali ini, syukurku bertambah lagi, walapun tetap dengan ciri khas kota tiada hari tanpa macetnya kendaraan, aku sampai di tujuan tepat waktunya, turunku dari belakang ayah, yang badannya selalu melindungiku dari angin dikala bersamanya. Pamitku selalu terucap, merasakan tak pernah sedamai pagi itu yang mungkin akan membuatku lebih mencintai suasana di pagi hari.

No comments:

Post a Comment